


Artikel ini dibuat dengan judul Islam Kita lebih dikarenakan timbul dari sejumlah kegelisahan atas peristiwa yang berkaitan dengan Islam dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-harinya. Baik itu dari yang kita lihat ataupun dari sebuah introspeksi diri yang lemah ini. Islam Kita lebih suatu ekspresi keinginan diri untuk berkontribusi untuk menjalankan Islam dalam sebuah tata nilai. Sejujurnya Islam itu menjadi teramat sangat asing dalam kehidupan kita. Apalagi kemudian kita juga mengalami desakralisasi Islam dan berujung kepada 'pembiaran' Islam dalam keterasingan.
Hingga kemudian saat ada orang mengatakan back to Islam, maka sejumlah pertanyaan timbul, islam yang manakah ? Apakah sekedar Islam sebagai ritualisme sehari-hari yang kemudian terasa membosankan karena sekedar pengulangan tanpa ada sentuhan warna dalam sikap dan perilaku kita ? Ataukah Islam yang memang kemudian dipilah-pilah yang mana yang pantas untuk dipakai dan selebihnya tidak perlu serta tidak cocok dengan kondisi saat ini ? Ataukah Islam yang dipahami sebagai sebuah keyakinan yang mengatur seluruh aspek kehidupan kita ?
Berawal dari suatu pementasan live show dari salah satu TV swasta yang menayangkan performance art bertemakan Simponi Cinta @MNC Live seorang artis asing. Nama Maher Zain kemudian mengusik perhatianku, apalagi kemudian kefasihannya dalam menyanyikan lagu dengan bahasa Indonesia "Sepanjang Hidup". Dan .. apalagi kemudian audience nya ternyata banyak yang dihadiri oleh muslimah yang mengenakan jilbab. Sesuatu yang extra ordinary !!, -kok bisa ya-. Sambil menikmati pementasan musik Simponi Cinta, saya googling tentang Maher Zain, terus terang mulai terusik rasa keingintahuan tentang seorang artis arab yang fasih menyanyi dengan bahasa Indonesia. Dari wikipedia diketahui bahwa ternyata MZ -sebut saja demikian- tidak hanya pernah menyanyi dengan fasih dalam bahasa Indonesia saja, akan tetapi juga dengan bahasa Arab -pastinya-, Perancis, Urdu dan Turki.
Perjalanan karir seorang MZ awalnya adalah seorang produser musik yang bekerja pada RedOne -produser musik Swedia-. Kemudian sempat berpindah ke New York untuk berperan serta membuat album musik artis barat. Di Tahun 2009 atas permintaan teman musisinya yang mengatakan bahwa suaranya bagus dan mempunyai nilai jual, MZ bergabung dengan Awakening Record membuat album Thank You Allah. Album ini memperoleh 8 platinum di Malaysia. Di Tahun 2010 MZ meraih penghargaan Best Religious Song dari Nujoom FM -The Middle East's biggest mainstream music station- atas lagu Ya Nabi Salam Alayka.
Apa yan
g terjadi jika sebuah kejujuran kemudian terkalahkan oleh ketidakadilan yang masif ? Keterasingan yang diterima oleh pelaku kejujuran itu sendiri. Mungkin sebagian diantara kita akan menjawab tidak mungkin. Akan tetapi itulah yang terjadi di daerah Gadel Kecamatan Tandes Surabaya. Di negara yang sudah serba terbalik ini, semua logika keadilan dan kejujuran sudah hancur amburadul. Pelaku kejujuran malah terkucilkan dan dihakimi serta dipaksa untuk minta maaf atas kejujuran yang sudah dilakukan oleh para massa yang notabene adalah pendukung kecurangan.
Kejadian ini berawal dari Ujian Nasional yang berlangsung di Mei 2011 kemarin. Salah seorang murid SD Gadel 2 yaitu AL yang ternyata 'diminta' oleh guru untuk memberikan contekan pada saat UN berlangsung. Murid AL sendiri akhirnya dengan terpaksa melakukan hal tersebut dan baru setelah UN usai, AL memberanikan diri untuk memberitahukan tentang kejadian 'contekan masal' kepada ibunya -Ny Siami-. Mendengar kejadian tersebut Ny Siami menemui Kepala Sekolah yang lalu menanggapinya dengan permintaan maaf. Tidak puas dengan hal tersebut Ny Siami mengadu ke Komite Sekolah, tetapi memperoleh tanggapan yang tidak memuaskan. Akhirnya Ny Siami mengadukan kepada Dinas Pendidikan serta lalu menjadi perhatian publik akan adanya kasus contekan masal yang diduga diketahui dan mungkin bahkan dilakukan oleh pihak sekolah yang bersangkutan.
Change !!, Apa yang kita pahami jika mendengar perkataan CHANGE ?? .. Begitu banyak kemungkinan, bagi seorang profesional term Change berarti bersifat aktif dan kontinyuitas. Aktif karena untuk melakukan change haruslah berawal dari diri atau organisasi. Kontinyuitas karena fenomena change senantiasa terjadi setiap saat dan mau tidak mau kita harus siap untuk mengantisipasinya. Mungkin juga kita teringat akan buku Change dari Prof Rhenald Kasali Phd -master of change- dari Indonesia, dimana beliau sampai menulis beberapa buku yang memberikan penekanan pada Change dan Management of Change.
Artikel ini memang tidak akan membahas khusus tentang buku-buku tersebut, meskipun tidak menutup kemungkinan terinspirasi darinya. Akan tetapi penekanannya adalah pada filosofi change itu sendiri. Istilah CHANGE sendiri memang menjadi perhatian publik manakala kemudian dibahas dalam seminar bertemakan management dan motivasi. Karena dengan ke-khas-an istilah ini menjadi menarik untuk dibahas utamanya dalam aspek sustainable suatu bisnis -manajemen bisnis- atau potensi untuk merubah nasib dan keinginan untuk menjadi kaya -motivasi-. Yang terjadi kemudian istilah CHANGE ini sendiri kemudian hanya dikaitkan dengan dua aspek diatas saja, walaupun dari aspek motivasi kemudian digunakan untuk membangkitkan kesadaran untuk 'berubah' namun aspek keinginan untuk kaya sangat kental dan mungkin karena itu trigger dari keinginan untuk berubah datang. Ga salah sih .. siapa sih yang ga mau kaya ?? .. bener ga ??













